Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Forums
  • Blog
  • Buy Now!
  • Buy Now!
  • Home
  • News
  • Media Sosial
  • Teknologi
    • Gadget
    • Komputer
    • AI & Machine Learning
    • IoT & SmartHome
    • Software & App
  • Bisnis & Startup
    • Digital Marketing
    • E-commerce
    • Fintech & Crypto
    • Startup & Inovasi
  • Review Produk
  • Tutorial & Tips
  • More
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Genzi Tekno
Telusuri
Genzi Tekno
Buy template blogger
Beranda Slow-Moving vs Non-Moving Stock: Cara Membedakan dan Menentukan Tindakan yang Tepat Slow-Moving vs Non-Moving Stock: Cara Membedakan dan Menentukan Tindakan yang Tepat

Slow-Moving vs Non-Moving Stock: Cara Membedakan dan Menentukan Tindakan yang Tepat

Mustofa
Mustofa
30 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

GenziTekno.com - Pengelolaan persediaan tidak cukup hanya memastikan barang tersedia saat dibutuhkan. Perusahaan juga perlu menilai seberapa cepat setiap item bergerak agar modal kerja, ruang gudang, dan biaya penyimpanan tetap terkendali. Dalam praktiknya, banyak perusahaan masih menyamakan seluruh stok yang pergerakannya melambat, padahal slow-moving stock dan non-moving stock menuntut respons yang berbeda. Jika perusahaan gagal membedakannya, keputusan pembelian, promosi, dan penghapusan stok mudah meleset.

Apa Itu Slow-Moving Stock?

Slow-moving stock adalah persediaan yang masih terjual atau masih bergerak, tetapi kecepatannya jauh lebih rendah dari pola normal bisnis. NetSuite menjelaskan bahwa kategori ini tidak memiliki batas yang benar-benar seragam karena setiap industri, perusahaan, bahkan setiap jenis produk dapat memakai tolok ukur yang berbeda. Dalam banyak praktik, perusahaan menggunakan acuan seperti 90, 120, atau 180 hari dengan pergerakan yang sangat rendah untuk menandai barang yang mulai melambat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa barang tersebut belum kehilangan peluang sepenuhnya. Permintaan mungkin masih ada, tetapi tidak cukup kuat untuk menjaga perputaran tetap sehat. Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak langsung menganggapnya sebagai stok mati. Langkah yang lebih tepat adalah menelusuri penyebab perlambatan, lalu menentukan strategi percepatan yang sesuai.

Apa Itu Non-Moving Stock?

Non-moving stock adalah persediaan yang praktis tidak menunjukkan pergerakan dalam periode evaluasi yang ditetapkan perusahaan. Pada tahap ini, barang biasanya tidak lagi memiliki permintaan yang memadai, kalah relevan, melewati musim penjualan, atau mendekati status usang. NetSuite menjelaskan bahwa persediaan umumnya bergerak melalui beberapa tahap, mulai dari slow-moving, lalu menjadi excess inventory, dan pada akhirnya berubah menjadi persediaan usang atau dead stock ketika peluang jualnya terus menurun.

Artinya, non-moving stock bukan sekadar stok yang penjualannya menurun. Kategori ini menunjukkan bahwa barang hampir tidak lagi memberikan kontribusi terhadap pendapatan, tetapi masih menyerap ruang, modal, dan biaya penyimpanan. Semakin lama perusahaan menunda keputusan, semakin besar pula beban yang harus ditanggung.

Perbedaan Utama antara Slow-Moving dan Non-Moving Stock

Perbedaan utama terletak pada peluang pemulihan dan jenis tindakan yang perlu diambil. Slow-moving stock masih memiliki kemungkinan untuk dipercepat pergerakannya melalui penyesuaian harga, promosi, relokasi stok, atau evaluasi pembelian. Sebaliknya, non-moving stock menuntut tindakan yang lebih tegas karena barang tersebut sudah tidak lagi bergerak secara sehat dan berpotensi menjadi beban jangka panjang bagi perusahaan.

Dengan kata lain, perusahaan masih dapat mengelola slow-moving stock dengan pendekatan korektif. Namun, non-moving stock biasanya memerlukan pendekatan pelepasan, penghentian pembelian ulang, atau penyesuaian nilai persediaan. Jika kedua kategori ini disatukan dalam analisis yang sama, perusahaan berisiko mempertahankan barang yang seharusnya segera dikeluarkan dari gudang atau justru terlalu cepat melepas barang yang sebenarnya masih bisa dipulihkan.

Based on Data: Mengapa Pemisahan Ini Penting?

Pemisahan antara slow-moving dan non-moving stock memiliki dampak finansial yang nyata. Shopify menyebut bahwa rata-rata peritel mengeluarkan sekitar 20% hingga 30% dari nilai persediaannya setiap tahun untuk carrying cost. Biaya ini mencakup penyimpanan, asuransi, depresiasi, risiko susut, dan biaya peluang dari modal yang tertahan dalam stok. Artinya, semakin lama barang tertahan tanpa pergerakan yang sehat, semakin besar biaya yang harus ditanggung perusahaan.

McKinsey juga menegaskan bahwa persediaan yang membengkak dapat menekan kas dan menurunkan return on invested capital atau ROIC. Dalam artikel mereka tentang slow-moving inventory, McKinsey menyebut bahwa pada organisasi layanan purnajual industri, sekitar 10% hingga 40% persediaan terdiri dari item yang bergerak lambat. Temuan ini memperlihatkan bahwa stok lambat bukan masalah kecil, melainkan isu operasional yang dapat melemahkan kinerja keuangan secara langsung.

Penyebab Umum Slow-Moving dan Non-Moving Stock

Beberapa penyebab muncul berulang dalam banyak perusahaan. Pertama, peramalan permintaan yang tidak akurat sering membuat perusahaan membeli terlalu banyak barang yang ternyata tidak terserap pasar. Kedua, perubahan tren atau munculnya produk substitusi dapat menurunkan minat pelanggan terhadap stok yang sebelumnya masih relevan. Ketiga, keputusan pembelian yang tidak selaras dengan data penjualan dapat membuat stok terus bertambah meskipun pergerakannya sudah melemah.

Selain itu, masalah ini juga sering muncul karena kurangnya evaluasi berkala atas umur persediaan dan rasio perputaran stok. NetSuite menjelaskan bahwa tren inventory turnover dapat membantu perusahaan mendeteksi item yang mulai melambat maupun barang yang mendekati status usang. Tanpa evaluasi tersebut, perusahaan cenderung terlambat mengenali barang yang seharusnya segera ditangani.

Tindakan yang Tepat untuk Slow-Moving Stock

Perusahaan sebaiknya menangani slow-moving stock dengan pendekatan perbaikan, bukan pelepasan langsung. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menelaah histori penjualan, pola musiman, cabang dengan permintaan tertinggi, serta status pesanan pembelian yang masih berjalan. Setelah itu, perusahaan dapat menurunkan atau menghentikan sementara replenishment, memindahkan stok ke lokasi dengan permintaan lebih baik, membuat promosi terbatas, atau menyusun paket penjualan agar perputaran meningkat.

Tujuan utama dari langkah tersebut adalah mempercepat pergerakan barang sebelum stok turun ke kategori yang lebih bermasalah. Pendekatan ini membantu perusahaan melindungi margin, mengurangi biaya simpan, dan menjaga kualitas keputusan pembelian berikutnya.

Tindakan yang Tepat untuk Non-Moving Stock

Untuk non-moving stock, perusahaan perlu mengambil keputusan yang lebih tegas. Prioritas pertama adalah menghentikan pembelian ulang atas item yang sama. Setelah itu, perusahaan dapat memilih salah satu strategi pelepasan, seperti diskon besar, bundling agresif, likuidasi, atau donasi jika kondisi barang masih layak. Jika barang sudah tidak bisa dijual atau nilainya turun secara material, tim keuangan perlu mempertimbangkan write-down atau write-off sesuai kebijakan akuntansi yang berlaku.

Langkah tegas ini penting karena menyimpan barang yang tidak bergerak terlalu lama hanya akan memperbesar biaya dan menciptakan gambaran aset yang kurang sehat. Secara operasional, barang tersebut memakan ruang. Secara finansial, barang tersebut menahan modal yang seharusnya dapat dialihkan ke item dengan perputaran lebih baik.

Gunakan Laporan, Bukan Perkiraan

Keputusan terkait stok lambat sebaiknya tidak bergantung pada asumsi. Perusahaan perlu menggunakan laporan umur persediaan, histori penjualan per SKU, klasifikasi FSN, dan rasio inventory turnover untuk membedakan barang yang masih dapat dipulihkan dari barang yang sudah tidak layak dipertahankan. Analisis seperti ini membantu tim gudang, purchasing, dan manajemen mengambil keputusan yang lebih objektif.

Semakin kompleks jumlah SKU, gudang, dan cabang, semakin besar pula kebutuhan akan sistem inventaris yang mampu menampilkan data pergerakan stok secara konsisten. Dengan dukungan laporan yang tepat, perusahaan dapat menahan pembelian yang tidak perlu, mempercepat penanganan barang lambat, dan mencegah akumulasi persediaan yang tidak produktif.

“Masalah persediaan bukan hanya soal stok menumpuk, tetapi soal memahami pola pergerakan setiap item. Ketika analisis tidak akurat, keputusan pembelian dan pelepasan stok pun ikut meleset.” - Jessica Wijaya (Senior Content Writer)

Kesimpulan

Slow-moving stock dan non-moving stock sama-sama menunjukkan masalah dalam pergerakan persediaan, tetapi keduanya tidak dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Slow-moving stock masih dapat dipercepat melalui evaluasi permintaan, relokasi, promosi, atau penyesuaian pembelian. Sementara itu, non-moving stock memerlukan keputusan yang lebih tegas, seperti penghentian pembelian ulang, pelepasan stok, atau penyesuaian nilai persediaan.

Semakin cepat perusahaan memisahkan kedua kategori ini, semakin cepat pula perusahaan melindungi kas, kapasitas gudang, dan efisiensi modal kerja. Menunda evaluasi hanya akan membuat biaya persediaan terus meningkat tanpa memberi nilai tambah yang sepadan.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

About Me

Mustofa
Lihat profil lengkapku

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

Slow-Moving vs Non-Moving Stock: Cara Membedakan dan Menentukan Tindakan yang Tepat

Mustofa- Maret 30, 2026 0
Slow-Moving vs Non-Moving Stock: Cara Membedakan dan Menentukan Tindakan yang Tepat
GenziTekno.com -  Pengelolaan persediaan tidak cukup hanya memastikan barang tersedia saat dibutuhkan. Perusahaan juga perlu menilai seberapa cepat setiap i…
Seedbacklink

Grup

GenZTech Zona Automotif KulinerID Bibitin blogsis bukber bust dahar duniarimba familykita familyku ideide jejakpetualang kebersamaan kekeluargaan kenyang luwe makanbang mlaku-mlaku ngelak nyicip pancaran petualangan pikiranku plesiran sorot Spot sprint Hotelq Trip2 Trip3 Trip4 makan Trip Six Trip Seven tropis hijau.web.id plesiran.web.id segar.web.id permainan.web.id pandu.web.id investasiku.web.id garasiku.web.id duniamobil.web.id kecantikan.web.id fashionista.web.id camera.web.id mental.web.id kopinusantara.web.id fauna.web.id hunianku.my.id duniamotor.web.id duniasepeda.web.id burungku.web.id mobilmania.web.id pecintakucing.web.id kembang.web.id duniahobi.web.id mancingmania.web.id Surfing.web.id BelajarSEO.web.id DuniaKerja.web.id golfmania.web.id tipskesehatan.web.id hoteloo.id gojakarta.id sukamakan.my.id sukamakan.my.id teknogo.web.id kutubtturots.web.id idntimesid.com idntimesid.web.id genzitekno.com zonaautomitif.com startsmartid.com genzitech.com wibuw.com topmodis.com harianjawa.com interiorkita.com rumahsehatku.com tipcantik.com wisatour.com modisstyle.com harianjawa.info interiorkita.info rumahsehatku.info tipcantik.info wisatour.info modisstyle.info tipcantik.technology wisatour.contact modis.style yuksehat.web.id zonasehat.web.id polasehat.web.id moneo.id mundoa.id kemah.id ranticreabiz.id nyicip.id kopiw.id baliva.id gonusantara.id zonaautomitif.com topmodis.com weruh.id mediajawa.id kompasjawa.com playzone.my.id insansport.info ajarin.my.id kepoin.biz.id insansport.com radarmalang.web.id

Most Popular

Metrik Penting dalam Evaluasi Kinerja Gudang

Metrik Penting dalam Evaluasi Kinerja Gudang

Maret 03, 2026
Cara Lacak Lokasi Nomor HP Secara Legal dan Akurat di Indonesia

Cara Lacak Lokasi Nomor HP Secara Legal dan Akurat di Indonesia

April 10, 2025
Rimas Laptop: Toko Laptop Terlengkap di Jabodetabek

Rimas Laptop: Toko Laptop Terlengkap di Jabodetabek

Maret 26, 2026
Panduan Lengkap Media Sosial: Arti, Sejarah, Jenis, Manfaat, Tren Hingga Perkembangannya

Panduan Lengkap Media Sosial: Arti, Sejarah, Jenis, Manfaat, Tren Hingga Perkembangannya

Juli 01, 2024
Mengapa Power Steering Sangat Penting pada Mobil Modern? Simak Fungsi dan Kelebihannya

Mengapa Power Steering Sangat Penting pada Mobil Modern? Simak Fungsi dan Kelebihannya

Januari 20, 2026

Recent Comments

Cari Blog Ini

Editor Post

Nvidia Resmi Rilis GPU RTX 5080 dan 5090 di Indonesia, Ini Harganya

Nvidia Resmi Rilis GPU RTX 5080 dan 5090 di Indonesia, Ini Harganya

Februari 08, 2025
Panduan Lengkap Media Sosial: Arti, Sejarah, Jenis, Manfaat, Tren Hingga Perkembangannya

Panduan Lengkap Media Sosial: Arti, Sejarah, Jenis, Manfaat, Tren Hingga Perkembangannya

Juli 01, 2024
Premium T-Shirt Printing Singapore: Your Go-To Custom Apparel Partner

Premium T-Shirt Printing Singapore: Your Go-To Custom Apparel Partner

Juni 24, 2025

Pengikut

Popular Post

Metrik Penting dalam Evaluasi Kinerja Gudang

Metrik Penting dalam Evaluasi Kinerja Gudang

Maret 03, 2026
Cara Lacak Lokasi Nomor HP Secara Legal dan Akurat di Indonesia

Cara Lacak Lokasi Nomor HP Secara Legal dan Akurat di Indonesia

April 10, 2025
Rimas Laptop: Toko Laptop Terlengkap di Jabodetabek

Rimas Laptop: Toko Laptop Terlengkap di Jabodetabek

Maret 26, 2026
Genzi Tekno

About Us

Viospaper Pro Blogspot Theme is your news, entertainment, music fashion Blog. We provide you with the latest breaking news and videos straight from the entertainment industry.

Contact us: [email protected]

Follow Us

© Newspaper Blogger Theme by Genzi Tekno
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us